6

Filippo, Inter Pasti Dengar Suara Hatimu

Posted by stevenpolapa on Feb 20, 2012 in 02 - Coretan Dinding

Jika sudah cinta, suka dan duka pasti akan dilewatkan secara bersama. Konsekuensi cinta, sudah semestinya begitu. Suka dan duka dalam sebuah hubungan mengindikasikan bahwa hidup terus berputar, tidak selamanya kita berada di atas terus, kadang kita harus terima bahwa kita berada di bawah, lemah tak berdaya. Namun, semangatlah yang menuntut kita untuk tetap terus tegar, meskipun bagaimana pahit dan sakitnya ketika kita terpuruk.

Kekalahan yang dialami Inter Milan belakangan ini, cukup menyesakan dada bagi Interisti. Bagaimana tidak, secara beruntun Inter harus menerima kekalahan baik pada laga home maupun away. Parahnya lagi, Inter berulang kali menderita kekalahan dari klub penghuni papan bawah seperti Lecce dan Novara, kemudian kalah telak juga. Jelas saja, timbul sebuah rasa sakit dalam dada, ada kerinduan yang tiba-tiba hadir, dan ada rasa kekecewaan tentunya.

Hasil buruk ini tentunya bukan saja mempengaruhi mental pemain dan manajemen Inter itu sendiri, melainkan pada fansnya juga. Contoh yang paling real adalah yang dialami oleh Filipo, seorang Interista yang tinggal di Kota Milan, Italia yang harus dicemooh teman-temannya disekolah karena hasil buruk yang diraih Inter.

“Could you win, please? Otherwise they make fun of me at school! Thank you. Filippo”

suara hati Filippo untuk Inter

suara hati Filippo untuk Inter

sindiran Milanisti terhadap Filippo: “Milan, continue to win so we can tease Filippo at school.”

sindiran Milanisti terhadap Filippo

sindiran Milanisti terhadap Filippo

sindiran Juventini terhadap Filippo: “Filippo,change your school or change your team”

sindiran Juventini terhadap Filippo

sindiran Juventini terhadap Filippo

Inter terpukul. Inter tercambuk
Inter mendengar apa yang disampaikan oleh anak kecil itu, dialah sosok fans sejati, yang bukan hanya bersuara disaat Inter berjaya tapi tetap menaruh perhatian disaat Inter terpuruk. Dan tentunya, Inter takkan tinggal diam bahwa ada anak sekecil itu yang mencintai Inter dengann semangat dan kesetiaan yang dalam. Tentunya pula, sebagai Interisti sejati, kita terus berharap dan percaya bahwa Inter pasti akan memberikan hasil yang terbaik lagi. Yakin dan percaya, itulah yang terus tertanam disetiap benak para Interisti.

Dan ini tentunya tidak akan membuat kita rendah diri, tidak membuat kita harus kehilangan cinta meskipun berulang kali Inter harus mengalami laga buruk. Seperti halnya yang disampaikan oleh Kapten Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas bahwa ketika Inter menguasai Eropa dan Italia kita tidak merunduk, kita bangga. Begitu pula halnya ketika Inter terpuruk seperti saat-saat seperti ini, kita tetap ada, kita tidak merunduk dan tetap bangga sebagai Interisti.

Satu hal yang bisa saya tarik kesimpulannya disini adalah, sebagai fans sejati kita bukan hanya ada dan bukan hanya bersuara disaat klub pujaan kita berjaya tapi tetap ada untuk mereka disaat mereka terpuruk. Sebagai fans sejati bukan lagi saling mencemooh dan saling menghina, karena pada hakikatnya kita sama-sama teman. Ironis juga, mendengar dua sahabat yang harus bertengkar dan bermusuhan hanya karena beda klub pujaan. Padahal, di jazirah Eropa sana, mereka hanya bermusuhan selama pertandingan berlangsung, selama 2 x 45 menit. Bahkan, Inter dan Milan yang terkenal rivalitasnya, tidak nampak permusuhan diantara mereka. Setiap kali usai pertandingan, fans Inter dan Milan berbaur di kota yang sama, di pub yang sama dan bercanda melanjutkan aktivitas kesehariannya.

Forza INTER !!!!

Tags:

 
0

Forza Inter Per Sempre

Posted by stevenpolapa on Feb 18, 2012 in 01 - Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Inter kalah lagi.. Hanya itu yang bisa terlintas dalam benakku ketika mengetahui tim pujaan, Inter Milan harus menderita kekalahan lagi. Terlebih-lebih di kandang sendiri. Ada rasa sakit, ada rasa sesak di dada. Tapi, namanya sebuah pertandingan, pasti ada yang menang ada juga yang kalah, dan kita sudah sewajarnya menerima hasil tersebut. Toh kita gak akan bisa merubah hasil akhirnya lagi.

Andrea Hirata dalam bukunya Sebelas Patriot mengungkapkan bahwa cinta yang sebenarnya adalah cinta terhadap sepakbola. Thats right, saya membenarkan ungkapan tersebut. Karena terkadang, cinta kita terhadap sepakbola bukan lagi persoalan yang semata-mata cinta biasa, akan tetapi cinta yang memang lahir dari dalam hati kita sendiri. Dari situ pulalah kita akan terbiasa untuk bagaimana bersikap setia, bagaimana bersikap loyal terhadap klub pujaan sendiri.

Nah, karena terbiasa bersikap loyal terhadap klub pujaan sendiri, pastinya hal tersebut bisa berimbas pada kehidupan nyata, kehidupan sehari-hari. Biasanya sih begitu, ini hanya sebatas argumenku saja.

Bicara tentang Inter Milan, aku sudah begitu lama mengidolakan klub asal kota Milan, Italia ini. Semenjak aku duduk di bangku SMP tahun 1999 aku sudah mengenal Inter Milan. Dan hingga saat ini, aku tetap mengidolakan klub tersebut, tanpa pernah sedikitpun mengurangi rasa cinta, bahkan disaat mereka sementara dalam keadaan terpuruk, kita tetap ada dengan semangat dan cinta.

Tidak ada hanya yang lebih menyakitkan selain mengalami kekalahan. Kekalahan bukanlah segala-galanya, show must go on.

FORZA INTER PER SEMPRE !!!

Tags: ,

 
2

nama akun twitter itu @manadokota

Posted by stevenpolapa on Feb 10, 2012 in 02 - Coretan Dinding

landscape kota manado

landscape kota manado

sekilas kita mendengar dan membacanya, akun twitter tersebut adalah akun twitter biasa, lazimnya dengan akun-akun twitter mengenai daerah. akan tetapi, saya merasa ada keunikan tersendiri yang dihadirkan oleh admin @manadokota ditimelinenya, tidak seperti halnya dengan akun-akun twitter mengenai daerah lainnya.

dengan gaya tuturnya yang khas, kental dengan logat manado misalnya, menjadi daya tarik tersendiri akun twitter tersebut. belum lagi info-info terupdate yang bisa kita dapatkan dari timelinenya. so, jika suatu ketika aku atau entahlah kamu yang baru pertama kali datang ke manado, jangan pernah takut untuk tersesat, cukup mention aja, @manadokota maupun followersnya pasti akan memberikan petunjuk. buktikan coba.

jadi ceritanya disini, bukan saya mau memuji atau mengangkat @manadkota atau siapa yang berada dibalik akun tersebut. akan tetapi, nilai pertemanan dan keramahan itulah yang membuat saya merasa asyik. coba cari di dunia ini, siapa yang gak akan merasa asyik dengan pertemanan yang begitu nyaman, kalo dia nggak nyaman, berarti dia sendiri yang nggak mau mencari kenyamanan itu sendiri.

saya sendiri bukan asli orang manado, tidak pernah dibesarkan di manado, akan tetapi manado (sulawesi utara) yang meskipun 11 tahun lalu masih menanungi gorontalo, tempat saya tinggal saat ini, saya merasakan ada ikatan emosional yang begitu dekat. selain adanya kesamaan logat dan dialek, tetap saya merasa ada kenyamanan tersendiri. entah karena saya pernah punya kenangan atas nama cinta, entahlah. saya tidak mau menceritakannya, ada kolom sendiri buat itu. hehehe…

beberapa kali saya datang ke manado, setiap akhir pekan misalnya, saya berkeinginan untuk ketemu dengan adminnya, kita sering janjian mau ketemuan, tapi tidak pernah tercapai keinginan itu, masing-masing punya kesibukan sendiri.

“kakak senior, sabantar malam dimana dang? kalo sempat, torang baku dapa neh” ucapku suatu ketika lewat bbm kepada adminnya @manadokota

“siap, nanti kabari saja bakudapa dimana” balasnya

namun, meskipun ruang, waktu dan kesempatan itu ada, selalu saja masih ada halangan dan rintangan yang tidak mempertemukan aku dan dia. kesibukanku atau kesibukannya misalnya. nah loh, kok jadi romantis-romantisan gini? hihihi..

satu hal yang bisa saya tarik cerita ini (bukan kesimpulan), akun twitter @manadokota berhasil membangun image tentang kota-nya, menceritakan seperti apa kerukunan, kedamaian, kenyamanan disana. menceritakan tentang bagaimana mereka saling menghargai satu sama lainnya, tentang bagaimana hidup rukun meskipun begitu banyak dan besar perbedaan disana. tentang bagaimana sebuah perbedaan itu jadi anugerah, jadi rahmat bagi mereka. tentang cinta, cinta kebersamaan.

sekian dari saya, untuk kota manado yang sudah pernah memberikan kenangan terindah tersendiri buat saya
suatu waktu
suatu ketika
saya akan kembali datang kesana lagi, dengan cerita dan menciptakan kenangan berbeda lagi

Tags: ,

 
0

This is Saturday Night…

Posted by stevenpolapa on Feb 5, 2012 in 01 - Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Jarum jam saat itu menunjukan pukul 22.00 dan aku masih duduk terdiam di kamar hotel, menikmati setiap hembusan asap rokok yang keluar. Malam itu, entah beban apa yang merasuki pikiranku, hingga aku hanya bisa berdiam diri dan merenungi yang entahlah apa itu. Saya tidak tahu.

Sementara itu, diluar hujan turun begitu deras. Menghantam perlahan setiap apa yang dijatuhinya, mengungkapkan beragam fenomena akan kerinduan, yang sudah tak terbendungkan. Hujan turun selalu menghadirkan suasana tersendiri, yang terkadang sulit terjamah oleh kata-kata lagi.

Segera ku ambil handphone dan menghubungi seorang teman. Setelah dia memastikan bisa menjemputku, aku segera berkemas dan menuju ke Waroeng Charity, untuk makan malam sebentar dan menemui seorang teman. Beberapa saat kemudian, teman datang menjemput.

Suasana jalan Manado di malam minggu agak lenggang, gak seperti biasanya yang macetnya minta ampun. Honda Jazz yang dikemudikan Aldi melaju dengan kencang. Tujuan pertamaku menuju ke Mawar Sharon yang terletak dikawasan Mega Mass Manado. Menjemput teman cewek yang sebelumnya sudah kuajak janjian ketemuan.

Kita memang belum pernah ketemu, hanya saja selama ini akrab di twitter dan BBM. Aku janji, jika ke Manado pasti datang menemuinya, mengajaknya dinner, atau mengajaknya nonton. Oh ya, aku kenalin ya, namanya Martine Paulina Rompas, biasa dia dipanggil Ine. Setelah basa-basi sebentar, aku segera mengajaknya masuk ke mobil, dikenalin ke teman-teman lain yang saat itu jalan bareng aku.

Diluar, hujan perlahan mereda, dan suasana dingin mulai merasuki tubuh. Belum lagi suasana cafe yang dekat dengan pantai. Disana, aku merasakan sedikit aroma keromantisan, yang entah kenapa datangnya tiba-tiba. Kalau dipikir, ini bukan tempat yang cocok untuk menikmati suasana romantisan dengan cewek. Hingar bingar alunan musik dari DJ yang begitu keras, belum lagi aroma beer yang begitu menusuk. Kesan awal didapatkan. Ya, sebuah kesan. Karena disini kita menciptakan kesan.

Untuk pertama kalinya, dalam sejarah hidupku, aku mengajak cewek ketemuan di sebuah cafe, dengan pesanan minuman beer. Sengaja dan memang sengaja. Setidaknya, aku berharap ada kesan yang didapatkannya disitu. Aku gak mau sok munafiklah, ngaku-ngaku didepan cewek bukan cowok yang suka minum beer, gak suka merokok. Oh, bukan gue banget. Aku maunya, dikenal dari awal gimana sosok dan karakterku sebenarnya.

Ngapain kita ngajak cewek ketemuan, terus mentraktir dia, dengan balutan suasana candle light dinner, tapi sebenarnya beban kita tersiksa, gak suka dengan suasana seperti itu. Oupss, be u’r self brother. Ntar yang tercipta malah suasana yang benar-benar dipaksakan, gak seperti kemauanmu.

steven polapa & martine paulina

steven polapa & martine paulina

Aku mau jujur, sebenarnya aku punya rasa terhadap si cewek ini, namun aku gak pengen mengganggu suasana kenyamannya menikmati party malam itu, aku gak mau merusaknya dengan ungkapan perasaan itu. Jikalau pun toh kita punya kesempatan dilain waktu, untuk saling berbicara dari hati ke hati, tentang apa yang sebenarnya kita rasakan, pastilah kita punya porsi untuk kesempatan itu.

Namun, kita terpisahkan ruang dan waktu, dan hanya kuasa-Nyalah mungkin suatu ketika, ruang dan waktu itu bukanlah sebuah penghalang, bukanlah sebuah kendala. Itu saja

 
3

Terima Kasih @detikcom

Posted by stevenpolapa on Nop 7, 2011 in 01 - Kisah Klasik Untuk Masa Depan, 05 - Aku Cinta Indonesia

Aku Cinta Indonesia

Aku Cinta Indonesia

Ungkapan terima kasih sebesar-besarnya itu, patut saya layangkan buat @detikcom, media portal yang terbesar di Indonesia. Bukan bermaksud memuji atau melebih-lebihkan, tapi berdasarkan kenyataan yang ada. @detikcom bukan hanya terdepan dalam mengabarkan berita, tapi profesional juga dalam menyelenggarakan event.

Berawal dari sebuah info yang beredar di timeline tentang lomba yang bertajuk “Aku Cinta Indonesia” aku iseng-iseng untuk mencoba mendaftarkan diri. Tidak terlalu berharap saat itu, apalagi melihat saingan yang begitu banyak, yang mencapai 75ribu pendaftar, aku mendadak pesimis untuk menghadapi tantangan apa bisa lolos atau tidak.

Namun, seiring dengan perjalanan waktu, dan entah dengan alasan apa, akhirnya aku terpilih menjadi salah satu Petualang ACI (Aku Cinta Indonesia) bersama 59 orang lainnya dan mendapat kesempatan untuk Keliling Indonesia secara gratis.

Awalnya, aku berpikir, Keliling Indonesia ini berupa jalan-jalan ke seluruh provinsi di nusantara, akan tetapi, 60 Petualang ACI dibagi dalam beberapa tim yang kemudian akan difasilitasi oleh @detikcom untuk jalan-jalan gratis ke beberapa daerah untuk mengeksplore keindahan alam budaya Indonesia. Seperti itulah.

Selama 18 hari, berawal dari Jakarta, aku yang tergabung dalam trip Jawa I bersama kedua rekanku yakni Silvia Faradila dan Debby Simarmata, memulai petualangan. Petualangan begitu mengasyikan, begitu menegangkan dan sangatlah berkesan. Setiap langkah meninggalkan kenangan tersendiri, dan kami tak pernah melewatkan moment disetiap kenangan tersebut. Kami berusaha untuk menciptakan kenangan yang kelak akan menjadi sebuah kisah klasik tersendiri.

Berkat program ini, aku bisa menginjakan kaki di Ibukota, Jakarta. Untuk pertama kalinya, aku bisa merasakan seperti apa suasana Jakarta yang selama ini hanya bisa aku saksikan lewat layar kaca dan lembaran-lembaran buku. Aku bisa merasakannya secara langsung, mengintipnya dari luar dan dalam serta mencumbunya.

Berkat program ini pula, aku bisa merasakan, seperti inilah jadi petualang, seperti inilah rasanya bagaimana mengembang sebuah tugas dan tanggung jawab, yang tidak bisa disia-siakan begitu saja. Tanggung jawab untuk menyebarkan virus semangat mencintai negeri ini, bukan dari luarnya saja namun dari dalamnya juga.

Aku sendiri, berinisiatif untuk membukukan semua jejak langkahku selama 18 hari tersebut dalam sebuah buku, menceritakan bagaimana indahnya mendatangi beberapa tempat serta mempelajari adat istiadat setempat, mengabarkan bagaimana negeri ini harus kita cintai secara mendalam, tanpa pamrih.

Sekali lagi, terima kasih @detikcom untuk semua kesempatan ini !!!

Tags:

Copyright © 2009-2012 Steven Polapa All rights reserved.
Desk Mess Mirrored v1.5.1 theme from BuyNowShop.com.